Tips Karir

Stop Lakukan Ini! 6 Fatal Mistake Gen Z di Dunia Kerja yang Bikin Karir Mentok

27 Okt 2026
Stop Lakukan Ini! 6 Fatal Mistake Gen Z di Dunia Kerja yang Bikin Karir Mentok

Dunia kerja zaman sekarang emang beda banget dibanding zaman orang tua kita dulu. Banyak Gen Z sering dicap "susah diatur" atau "lembek", padahal sebenarnya perbedaan cara pandang ini muncul karena perbedaan teknologi dan kondisi ekonomi saat tumbuh besar.

Lewat obrolan santai di podcast KPODS bersama Kak Ajeng (Career Coach & Penulis buku Unlock The Z Power), terungkap beberapa kesalahan fatal yang sering tanpa sadar kita lakukan di tempat kerja.

1. Percaya Mitos "Kerja Aja yang Rajin, Nanti Juga Kelihatan Atasan"

Ini adalah salah satu worst career advice! Di generasi terdahulu, kerja diam-diam mungkin bisa membuahkan promosi. Tapi di dunia sekarang yang serba bising dan penuh orang yang jago self-promote, kerja keras tanpa dibarengi kemampuan self-advocacy bakal bikin kamu jalan di tempat. Kalau kamu enggak tahu cara mengomunikasikan pencapaianmu sendiri, kerjaan sebagus apa pun enggak akan ada yang nemu.

2. Membawa Gaya Bahasa Chatting ke Obrolan Tatap Muka

Terbiasa pakai aplikasi chat bikin beberapa dari kita suka memakai bahasa yang terlalu singkat atau terlalu kasual saat ngobrol langsung dengan atasan. Hasilnya? Generasi senior sering menganggapnya kurang sopan atau kurang beretika.

  • Tips Solusi: Sebelum menyampaikan pesan, pahami dulu siapa komunikan (penerima pesan)-mu dan bagaimana kultur komunikasi di kantormu. Apakah tipenya flat hierarchy atau butuh tata krama yang lebih formal?

3. Nekat Resign Demi Passion Tanpa Safety Net

Isu pursuing passion sering banget diromantisasi di media sosial. Niat resign demi mengejar passion itu enggak salah, tapi bakal jadi petaka kalau kamu enggak punya dana darurat atau exit strategy yang matang. Begitu tabungan habis dan kamu pusing memikirkan cara bertahan hidup (survival), otakmu enggak bakal punya ruang lagi untuk berkreasi.

  • Ingat: Daripada sekadar passion yang wujudnya bisa berubah seiring bertambahnya usia, milikilah curiosity (rasa ingin tahu dan dorongan problem solving) yang bakal lebih berguna jangka panjang!

4. Kebanjiran Informasi, Tapi Minim Critical Thinking

Generasi terdahulu harus bersusah payah mencari informasi (buka kamus manual atau menjelajah dokumen). Sekarang, berkat Google dan AI, semua informasi langsung tersedia seketika. Namun, dampaknya adalah kita rawan kebanjiran informasi tanpa tahu cara memilah mana yang valid dan penting. Kemampuan critical thinking untuk menyambungkan titik-titik informasi inilah yang sangat dibutuhkan di era digital.

5. Banyak Alasan Saat Project Gagal alih-alih Owning Mistakes

Ketika ada pitching atau project yang tidak memenuhi target, atasan yang memegang tanggung jawab besar biasanya gampang tertrigger karena berdampak langsung pada revenue perusahaan. Kesalahan fatal yang sering dilakukan pekerja muda adalah mencari sejuta alasan atau menyalahkan pihak lain.

  • Solusi: Milikilah akuntabilitas. Atasan akan jauh lebih menghargai kalau kamu berani datang dan berkata: "Maaf Mbak/Mas, bagian ini saya lupa karena fokus ke deadline lain. Next time tidak akan terulang lagi."

6. Fokus ke Peta Orang Lain, Lupa Sama Kompas Diri

Sering merasa overwhelmed karena melihat pencapaian teman seumuran di media sosial? Itu terjadi karena kamu sibuk mengikuti "peta" atau target sukses orang lain.

Dalam membangun karir, yang paling utama bukanlah peta, melainkan kompas diri. Ketahui apa value hidupmu dan apa arti sukses yang sebenarnya buat dirimu sendiri (titik B), lalu ukur di mana posisi dirimu saat ini (titik A) untuk merancang strategimu.

Gen Z dan Milenial sebenarnya punya potensi besar karena kreatif dan menguasai banyak tools digital. Kuncinya adalah memadukan kreativitas itu dengan ketekunan, komunikasi yang berempati, serta kemampuan mengenali arah karirmu sendiri.