Prinsip Ekonomi Ferry Irwandi, Cara Mengambil Keputusan Hidup Tanpa Penyesalan

Setiap hari, sadar atau tidak, kita membuat ribuan keputusan kecil maupun besar. Mulai dari memilih menu makan siang, memutuskan apakah harus tidur cepat atau maraton serial film, hingga pilihan krusial yang menentukan masa depan, mending kerja kantoran yang stabil atau nekat bangun bisnis sendiri yang penuh ketidakpastian?
Sering kali, setelah keputusan diambil, rasa menyesal justru datang mengetuk pintu. Pertanyaan "bagaimana kalau..." terus menghantui kita di kala sunyi.
Menariknya, dilema hidup ini sebenarnya tidak perlu dihadapi dengan kegalauan tanpa akhir. Lewat buku terbarunya yang berjudul Prinsipil Ekonomi, kreator konten Ferry Irwandi membongkar bahwa ilmu ekonomi sebenarnya adalah alat terbaik untuk mengambil keputusan hidup yang logis dan minim penyesalan.
Bagi Ferry, ekonomi bukanlah tentang rumus matematika rumit, grafik saham, atau angka-angka di atas kertas. Ekonomi adalah sains tentang bagaimana manusia menentukan pilihan terbaik di tengah berbagai keterbatasan hidup.
Berikut adalah cara menerapkan prinsip ekonomi ala Ferry Irwandi agar kita bisa mengambil keputusan hidup dengan lebih bijak:
Berdamai dengan Kelangkaan (Scarcity)
Inti paling dasar dari ilmu ekonomi bukanlah uang atau kekayaan, melainkan kelangkaan (scarcity). Kelangkaan tercipta karena adanya benturan antara keinginan manusia yang tidak terbatas dengan sumber daya yang sangat terbatas.
Bagi Milenial dan Gen Z, sumber daya yang paling berharga dan terbatas bukanlah modal kapital, melainkan waktu dan energi. Ferry Irwandi sendiri sangat memahami konsep kelangkaan waktu ini. Dengan kondisi medis kardiomiopati (penebalan dinding jantung) yang diidapnya serta kebiasaan tidur hanya 2-3 jam sehari, ia sadar betul bahwa waktu hidup manusia sangat berharga dan terbatas.
Langkah pertama agar tidak menyesal adalah menerima kenyataan bahwa kita tidak bisa memiliki segalanya. Karena waktu terbatas, kita mutlak harus memilih.
Hitung Opportunity Cost Tanpa Drama
Setiap pilihan yang kita ambil selalu datang dengan harga yang harus dibayar, yang dalam ekonomi disebut Opportunity Cost (Biaya Peluang). Sederhananya, ini adalah nilai dari pilihan terbaik kedua yang terpaksa kita korbankan saat mengambil satu keputusan.
Ferry mencontohkan dilema karir klasik antara PNS vs Youtuber. Jika memilih PNS, Kamu mendapatkan stabilitas finansial, tetapi opportunity cost-nya adalah hilangnya kebebasan berkreasi dan fleksibilitas waktu. Sebaliknya, jika memilih menjadi Youtuber, Kamu mendapatkan kebebasan penuh, tetapi opportunity cost-nya adalah jaminan hari tua dan kepastian pendapatan bulanan.
Penyesalan sering kali muncul karena kita hanya fokus pada apa yang kita dapatkan, tanpa menyadari atau merelakan apa yang kita korbankan. Ketika kita sadar sejak awal bahwa setiap pilihan ada harganya, kita akan lebih siap menerima konsekuensinya tanpa menyalahkan keadaan.
Sederhanakan Cara Pandang, Temukan Utility-mu
Selama ini, literatur ekonomi di sekolah atau kampus sering kali terasa kaku, membosankan, dan tidak relevan dengan realitas lokal. Ferry mengkritik bagaimana buku teks di Indonesia kerap menggunakan studi kasus luar negeri yang jauh dari keseharian kita, seperti Walmart atau transaksi mata uang asing, serta terjemahan istilah yang membingungkan.
Melalui penerbit independennya, Malaka Books, Ferry mencoba membumikan kembali ilmu ekonomi dengan bahasa kasual "lu-gue" yang santai dan visual yang playful. Tujuannya agar anak muda bisa memahami bahwa ekonomi adalah panduan praktis sehari-hari.
Kunci mengambil keputusan tanpa penyesalan adalah memahami tingkat kepuasan pribadi kita atau Utility. Setiap orang memiliki nilai kepuasan yang berbeda, ada yang bahagia dengan waktu luang melimpah meskipun penghasilannya biasa saja, dan ada yang baru merasa tenang jika memiliki kestabilan finansial.
Mengambil keputusan hidup tanpa penyesalan dimulai dengan mengenali diri sendiri, menghitung biaya peluang dari setiap tindakan, dan berani berkompromi dengan kelangkaan waktu yang kita miliki. Pada akhirnya, ekonomi adalah tentang bagaimana Kamu mengelola sumber daya terbaik Kamu, yaitu hidupmu sendiri untuk mencapai kepuasan yang hakiki.
Kubu