Pekerjaan

Pekerjaan yang Terancam Punah di 2025: Apakah Karirmu Aman?

Super Admin
5 Feb 2025
Pekerjaan yang Terancam Punah di 2025: Apakah Karirmu Aman?

Profesi yang Terancam Punah di 2025

Menurut laporan dari World Economic Forum (WEF), sekitar 23% pekerjaan di berbagai industri diprediksi akan mengalami perubahan signifikan antara tahun 2023 hingga 2027. Beberapa profesi yang diperkirakan akan menurun drastis antara lain:


Teller Bank


Dengan meningkatnya layanan perbankan digital, peran teller bank semakin berkurang. Hal ini disebabkan oleh semakin banyaknya nasabah yang beralih ke mobile banking, internet banking, serta layanan transaksi otomatis melalui mesin ATM dan CRM (Cash Recycling Machine). Bank pun mulai mengurangi jumlah teller di kantor cabang dan berinvestasi lebih banyak dalam pengembangan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi serta kenyamanan layanan perbankan.

Petugas Pos


Penurunan penggunaan surat fisik dan beralih ke komunikasi digital mengurangi kebutuhan akan petugas pos.
Hal ini terjadi karena semakin banyak orang yang memilih email, pesan instan, dan layanan dokumen elektronik untuk berkomunikasi serta mengirim dokumen penting. Selain itu, perusahaan logistik swasta yang menawarkan layanan lebih cepat dan efisien juga semakin mendominasi sektor pengiriman, sehingga peran petugas pos tradisional semakin berkurang.

Kasir dan Petugas Loket


Penggunaan mesin kasir otomatis dan sistem pembayaran digital mengurangi peran kasir tradisional.
Banyak restoran, supermarket, dan toko ritel kini beralih ke sistem self-checkout, pembayaran QR code, dan aplikasi e-wallet yang memungkinkan pelanggan melakukan transaksi tanpa bantuan kasir. Selain itu, tren belanja online yang terus meningkat juga mengurangi kebutuhan akan kasir di toko fisik, karena banyak transaksi kini dilakukan secara digital.

Operator Data Entry

Otomatisasi dan perangkat lunak canggih mampu menggantikan tugas-tugas entri data manual.
Perusahaan kini mengadopsi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan machine learning untuk memproses, mengelola, dan menganalisis data secara otomatis dengan akurasi tinggi. Dengan adanya perangkat lunak otomatisasi, pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan banyak tenaga manusia, seperti input data ke sistem, verifikasi dokumen, dan pencocokan informasi, kini dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien, sehingga mengurangi kebutuhan akan operator data entry.


Sekretaris dan Asisten Administrasi

Alat manajemen digital dan aplikasi penjadwalan mengurangi kebutuhan akan peran ini.
Perusahaan kini lebih mengandalkan perangkat lunak seperti AI asisten, aplikasi kalender otomatis, dan sistem manajemen proyek untuk mengatur jadwal, mengelola dokumen, serta mengoordinasikan komunikasi antar tim. Dengan fitur otomatis seperti pengingat jadwal, pembuatan laporan otomatis, dan chatbot layanan pelanggan, banyak tugas administratif yang sebelumnya dilakukan oleh sekretaris atau asisten administrasi kini dapat dijalankan secara mandiri oleh karyawan atau manajer tanpa memerlukan bantuan tambahan.

Tren Karir di Indonesia 2025

Di Indonesia, transformasi digital juga mempengaruhi lanskap pekerjaan. Beberapa tren karir yang diprediksi akan berkembang antara lain:

Kecerdasan Buatan (AI) dan Pembelajaran Mesin

Permintaan untuk profesional di bidang AI dan machine learning meningkat seiring dengan adopsi teknologi ini di berbagai sektor. Menurut proyeksi Statista Market Insight, nilai pasar AI di Indonesia diperkirakan mencapai US$2,4 miliar pada tahun 2024, dengan teknologi seperti machine learning dan natural language processing sebagai pendorong utama pertumbuhan ini.

Namun, menurut OECD, konsentrasi talenta AI di Indonesia hanya mencapai 1,06% pada tahun 2022, menunjukkan bahwa permintaan untuk profesional di bidang ini masih jauh melebihi pasokan yang ada.

Untuk mengatasi kesenjangan ini, pemerintah dan perusahaan berinvestasi dalam program pelatihan ulang (reskilling) dan peningkatan keterampilan (upskilling) guna memastikan tenaga kerja siap menghadapi tuntutan baru di era digital.

Dengan demikian, peluang bagi profesional di bidang AI dan machine learning di Indonesia sangat terbuka lebar, seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi ini di berbagai sektor.

Spesialis Keberlanjutan

esadaran akan isu lingkungan mendorong kebutuhan akan ahli di bidang keberlanjutan dan energi terbarukan. Menurut laporan The Future of Jobs 2025 yang dirilis oleh World Economic Forum, sebanyak 47% pemberi kerja mengharapkan transformasi terkait dengan tren keberlanjutan dalam lima tahun ke depan. Hal ini menunjukkan peningkatan permintaan terhadap tenaga kerja yang memiliki keahlian di bidang keberlanjutan dan energi terbarukan.

Di Indonesia, kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem semakin meningkat. Perusahaan-perusahaan di berbagai sektor kini mulai berfokus pada keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis mereka, yang berimbas pada meningkatnya kebutuhan akan profesional yang terampil dalam hal ini.

Selain itu, transisi energi berpotensi menciptakan lapangan kerja langsung sebesar 432.000 tenaga teknik pada tahun 2030, dengan potensi meningkat hingga mencapai 1,12 juta tenaga teknik pada tahun 2050.

Dengan demikian, peluang bagi profesional di bidang keberlanjutan dan energi terbarukan di Indonesia sangat terbuka lebar, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan isu lingkungan dan komitmen terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan.

Pekerja Freelance

Fleksibilitas kerja menjadi tren, dan pekerjaan freelance di bidang seperti desain, penulisan, dan teknologi akan terus berkembang. Fleksibilitas kerja telah menjadi tren signifikan dalam dunia profesional, dengan pekerjaan freelance di bidang desain, penulisan, dan teknologi menunjukkan pertumbuhan yang pesat. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada akhir tahun 2018, sekitar 56,8% masyarakat Indonesia bekerja di sektor informal, termasuk pekerja freelance.


Di tahun 2025, pekerjaan di bidang penulisan freelance, pembuatan konten, dan copywriting diprediksi akan semakin diminati. Permintaan akan konten digital, baik untuk pemasaran maupun pengembangan bisnis, membuat profesi ini memiliki prospek yang sangat baik.


Selain itu, platform freelance seperti Upwork, Freelancer, dan Fiverr telah memudahkan para profesional untuk menawarkan layanan mereka secara global, meningkatkan peluang kerja di bidang teknologi, desain grafis, dan penulisan konten.


Dengan demikian, tren ini menunjukkan bahwa pekerjaan freelance di bidang desain, penulisan, dan teknologi akan terus berkembang seiring dengan meningkatnya permintaan akan fleksibilitas kerja dan layanan digital.


Untuk tetap relevan di dunia kerja pada tahun 2025 dan seterusnya, penting bagi setiap individu untuk terus mengembangkan keterampilan baru, beradaptasi dengan teknologi, dan mencari peluang dalam bidang-bidang yang sedang berkembang, seperti AI, keberlanjutan, dan pekerjaan freelance. Dengan kesadaran dan kesiapan yang tepat, kita dapat memastikan karir tetap aman dan berkembang dalam menghadapi perubahan yang cepat ini.