Kenali NEET, Fenomena yang Melanda Gen Z Jakarta yang Merasa 'Stuck' Setelah Lulus

Pernah enggak sih kamu merasa overthinking atau bingung mau melangkah ke mana setelah lulus sekolah atau kuliah? Di tengah cepatnya arus informasi dan ketatnya kompetisi, ternyata enggak sedikit anak muda yang terjebak di kondisi sulit: sedang tidak bekerja, tidak bersekolah, dan tidak mengikuti pelatihan. Fenomena ini dikenal dengan istilah NEET (Not in Education, Employment, or Training).
Istilah ini bukan sekadar istilah keren di media sosial, melainkan tantangan nyata yang lagi dialami jutaan Gen Z dan milenial di Indonesia. Yuk, kita bedah data dan faktanya!
Realita Serius NEET di Jakarta & Indonesia
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan gambaran yang cukup mengejutkan. Secara nasional pada tahun 2023, ada sekitar 20,31% generasi muda atau Gen Z di Indonesia yang masuk dalam kategori NEET. Angka ini setara dengan 10 juta penduduk usia muda di masa produktif.
Gimana dengan kondisi di Jakarta? Di ibu kota sendiri, data BPS mencatat 17,03% pemuda DKI Jakarta tergolong NEET pada tahun 2025. Tak hanya itu, tantangan terkait gaya hidup dan partisipasi sosial pemuda di Jakarta juga tergambar dari data BPS:
23,24% pemuda di Jakarta tercatat merokok.
46,86% pemuda tidak aktif berolahraga.
Pada tahun 2024, sebanyak 93,85% pemuda DKI Jakarta tidak aktif berorganisasi di luar tempat kerja atau sekolah.
Kenapa Banyak Gen Z Terjebak di Zona NEET?
Terjebak di kategori NEET tentu bukan keinginan anak muda. Ada berbagai faktor kompleks yang menjadi penyebabnya:
Ketimpangan Akses & Kurang Skill
Masih ada ketimpangan akses pendidikan serta terbatasnya wadah untuk upgrade skill yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja modern.
Krisis Percaya Diri & Mismatch
Rasa kurang percaya diri akibat terlalu lama menganggur atau dampak pandemi COVID-19, ditambah sulitnya menemukan pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan.Dampak Psikologis
Kondisi ini sering kali memicu rasa cemas, overthinking, dan perasaan tidak berdaya karena merasa tertinggal dibanding orang lain.
Langkah Pemprov DKI Jakarta & Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Menanggapi persoalan ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) Kepemudaan 2026 berdasarkan data Indeks Pembangunan Pemuda (IPP). Pemerintah berfokus memperkuat program pelatihan keterampilan, kewirausahaan, serta membuka akses kerja yang lebih luas.
Sebagai anak muda, kita juga bisa mengambil langkah untuk keluar dari lingkaran ini:
Mulai Upgrade Skill. Manfaatkan berbagai program pelatihan online atau sertifikasi yang relevan dengan minatmu.
Bangun Modal Sosial. Cobalah mulai aktif di komunitas positif atau organisasi untuk memperluas jaringan dan mengasah kepemimpinan.
Percayalah bahwa setiap orang punya lini masa perjuangannya masing-masing.
Kubu