Karier Naik, Belanja Meningkat? Gen Z dan Gaya Hidup Sosial Media

Pendapatan Meningkat, Konsumsi Ikut Naik
Seiring
dengan bertambahnya usia dan pengalaman kerja, Gen Z mulai menikmati pendapatan
yang lebih stabil. Menurut survei yang dilakukan oleh
Jakpat pada paruh kedua tahun 2024, Gen Z di Indonesia menghabiskan rata-rata Rp414.309 per bulan
untuk berbelanja di platform e-commerce. Angka ini
menunjukkan peningkatan sebesar 14% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Survei ini melibatkan 2.474 responden yang terdiri dari Generasi Z (37%), Milenial (41%), dan Generasi X (22%). Hasilnya mencerminkan tren peningkatan aktivitas belanja online di kalangan Gen Z, yang didorong oleh kenyamanan, kemudahan akses, dan pengaruh media sosial. Sebagian besar pengeluaran ini diarahkan untuk kebutuhan gaya hidup, seperti makanan, hiburan, dan perawatan diri.
Media Sosial: Katalisator Belanja
Media sosial memainkan peran sentral dalam keputusan belanja Gen Z. Platform seperti TikTok dan Instagram tidak hanya menjadi sumber hiburan, tetapi juga inspirasi gaya hidup dan belanja. Laporan KPMG berjudul “Navigating the Future of Seamless Commerce in Asia Pacific” mengungkapkan bahwa 63% konsumen Gen Z menganggap social commerce penting dalam pengalaman belanja mereka. Temuan ini didasarkan pada survei terhadap 7.000 konsumen di 14 negara Asia Pasifik, termasuk Indonesia, Vietnam, Filipina, dan China. Laporan ini menyoroti bagaimana media sosial, khususnya platform seperti TikTok dan Instagram, memainkan peran sentral dalam membentuk kebiasaan belanja Gen Z.
Karier di Era Digital
Ketertarikan
Gen Z terhadap media sosial tidak hanya memengaruhi kebiasaan belanja mereka,
tetapi juga pilihan karier. Fleksibilitas waktu dan tempat, serta peluang untuk
mengekspresikan kreativitas, menjadikan media sosial sebagai pilihan karier
yang menarik bagi mereka.
Data dari berbagai survei yang menunjukkan bahwa Gen Z semakin mengandalkan
media sosial dalam pencarian kerja dan pengembangan karier. Misalnya, laporan
dari Zety®
pada tahun 2025 mengungkapkan bahwa:
- 46% Gen Z
Mendapat Pekerjaan atau Magang melalui TikTok.
TikTok bukan hanya platform hiburan. Banyak Gen Z memanfaatkan konten seperti tips karier, #CareerTok, dan video CV untuk menarik perhatian perusahaan. - 76% Gen Z Menggunakan Instagram untuk Konten Karier
Instagram kini menjadi sarana informasi karier, personal branding, dan menjangkau komunitas profesional melalui reels, infografis, dan akun lowongan kerja. - 34% Menggunakan LinkedIn untuk Konten Karier
Meskipun platform ini ditujukan khusus untuk profesional, banyak Gen Z merasa bahwa pendekatannya terlalu formal dibandingkan media sosial lain. - 95% Terpengaruh oleh Kehadiran Media Sosial Perusahaan
Gen Z sangat memperhatikan apakah perusahaan aktif di media sosial dan bagaimana budaya kerja mereka ditampilkan secara publik. Akun Instagram, TikTok, atau YouTube perusahaan bisa menjadi faktor penentu dalam keputusan melamar kerja.
Tren belanja Gen Z yang terus meningkat, dipadukan dengan pengaruh kuat media sosial dan pergeseran cara mereka membangun karier, mencerminkan transformasi besar dalam gaya hidup generasi ini. Dengan rata-rata pengeluaran belanja online mencapai Rp414.309 per bulan dan kepercayaan tinggi terhadap social commerce, Gen Z tak hanya menjadi konsumen aktif, tetapi juga pelaku utama dalam lanskap ekonomi digital. Di tengah derasnya arus konten dan peluang di media sosial, Gen Z menunjukkan bahwa karier dan konsumsi kini berjalan seiring, bukan hanya soal kebutuhan, tetapi juga identitas dan aspirasi. Namun, tantangan terbesar bagi Gen Z adalah mampu menyaring dan mengelola pengaruh sosial media agar tidak kehilangan fokus pada tujuan jangka panjang dalam membangun karier dan kehidupan yang bermakna. (OQ)
Kubu