Berita Terkini

Ironi Asia Tenggara: Pengangguran Kalangan Anak Muda Naik di Tengah Penurunan Global

Super Admin
6 Jan 2025
Ironi Asia Tenggara: Pengangguran Kalangan Anak Muda Naik di Tengah Penurunan Global

Namun, di Asia Tenggara, beberapa negara mencatat peningkatan signifikan dalam tingkat pengangguran anak muda.

Data Terbaru Pengangguran Anak Muda di Asia Tenggara

Berikut adalah data terbaru mengenai tingkat pengangguran di kalangan anak muda (usia 15-24 tahun) di beberapa negara Asia Tenggara:

NEGARA TINGKAT PENGANGGURAN (%)
Brunei Darussalam
23,4
Indonesia
16,0
Malaysia 15,6
Timor Leste
13,8
Singapura 9,1
Filipina 7,3
Vietnam 7,2
Thailand7,0
Myanmar6,4
Laos3,3
Kamboja1,8


Penyebab Peningkatan Pengangguran Anak Muda di Asia Tenggara


Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan pengangguran di kalangan anak muda di Asia Tenggara meliputi:


1. Ketidaksesuaian Keterampilan dengan Kebutuhan Pasar Kerja
: Banyak lulusan muda tidak memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini, terutama dalam bidang teknologi dan digitalisasi.


2. Perlambatan Ekonomi Pasca-Pandemi
: Beberapa negara di kawasan ini masih berjuang untuk memulihkan perekonomian mereka setelah dampak pandemi COVID-19, yang mengakibatkan terbatasnya peluang kerja bagi pemuda.

3. Dominasi Sektor Informal
: Banyak anak muda terjebak dalam pekerjaan di sektor informal yang tidak menawarkan keamanan kerja atau peluang pengembangan karier.

4. Kurangnya Investasi dalam Pendidikan dan Pelatihan Vokasi: Minimnya program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja mengakibatkan rendahnya daya saing tenaga kerja muda.

Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah dan pemangku kepentingan di Asia Tenggara perlu meningkatkan kualitas Pendidikan dan Pelatihan dengan menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri dan menyediakan pelatihan keterampilan yang relevan. Selain itu juga perlu mendorong Investasi di Sektor Teknologi dan Digital sehingga akan menciptakan lebih banyak peluang kerja di sektor-sektor yang berkembang pesat. Kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan industri untuk memastikan keselarasan antara keterampilan tenaga kerja dan kebutuhan pasar. Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan Asia Tenggara dapat membalikkan tren peningkatan pengangguran di kalangan anak muda dan memanfaatkan potensi generasi muda untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.