Gaji UMK Surabaya Rp5,2 Juta: Cukup Buat Hidup Nyaman atau Mending Buka Usaha Saja?

Realita Gaji Rp5,2 Juta: Beda Status Pernikahan, Beda Cara Bertahan
Pertanyaan "apakah gaji ini cukup?" ternyata jawabannya sangat
bergantung pada status perkawinanmu saat ini. Bagi pekerja yang masih single
alias lajang, gaji lima jutaan ini ternyata amat sangat cukup. Menurut
Puput Komalasari, pakar ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Airlangga, kuncinya ada pada kedisiplinan diri mengatur gaya hidup. Pekerja
lajang rata-rata cukup menghabiskan sekitar 60% dari gaji untuk biaya
operasional harian yang wajib, seperti indekos, makan, minum, dan kebutuhan
sandang. Sisanya, mereka masih bisa menyisihkan 10% hingga 15% untuk ditabung,
serta sebagian lain untuk kebutuhan lifestyle.
Namun, ceritanya akan berubah 180 derajat bagi pekerja yang sudah berkeluarga. Prioritas alokasi dana otomatis bergeser drastis. Bagi pekerja yang punya anak istri, pengeluaran bisa menyedot hingga 70% dari total penghasilan hanya untuk survive memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga. Menabung bukan lagi menjadi fokus utama, melainkan bisa bertahan supaya pengeluaran akhir bulan tidak sampai minus (defisit) saja sudah dianggap sebagai suatu prestasi. Apalagi jika dihadapkan pada ancaman inflasi harga bahan pokok menjelang bulan puasa, ditambah dengan persiapan anggaran untuk mudik Lebaran. Jika sudah benar-benar terpepet kebutuhannya, meminjam uang pada orang tua sering kali menjadi jalan keluar yang paling logis diambil. Maka dari itu, penting sekali untuk membiasakan menabung lebih awal dan tidak semata-mata bergantung penuh pada pencairan dana THR.
Drama Pencari Kerja di Jatim: Lapangannya Susah atau Terlalu
Pemilih?
Di sisi lain, sekadar memiliki pekerjaan dengan pendapatan standar UMK saat
ini patut disyukuri. Mengapa? Karena persaingannya sangat keras. Jumlah
total angkatan kerja di Jawa Timur kini telah melonjak menyentuh 24,76 juta
orang, ada tambahan ratusan ribu pencari kerja baru. Menariknya, di
tengah ketatnya persaingan ini, justru banyak anak muda milenial dan Gen Z yang
lebih suka bekerja santai sebagai freelancer dibandingkan kerja formal
kantoran karena bayarannya kadang lebih tinggi dan mereka bisa leluasa
berpindah tempat nongkrong.
Fuad Bernardi, yang merupakan pengusaha sekaligus perwakilan Komisi C DPRD
Jawa Timur, membagikan fakta lapangan yang cukup mencengangkan. Ketika ia
membuka lowongan lewat jalur online, banyak anak muda yang sekadar
menanyakan posisi lokasi pastinya tanpa mau repot mengirimkan berkas CV. Bahkan
saat Job Fair besar digelar di Surabaya yang gajinya dijamin minimal
UMR, tercatat kurang dari 50% pelamar yang akhirnya mau menerima tawaran
pekerjaannya. Alasannya pun bikin geregetan: ada yang mendadak menolak karena
kaget penempatannya di luar Surabaya, sampai merasa jobdesk -nya
kurang pas di hati. Jadi terkadang, masalah pengangguran bukan semata
karena lokernya sedikit, tapi karena para pencari kerjanya yang masih terlalu picky
atau pemilih. Guna mengantisipasi gap ini, pemerintah tengah
berupaya menggencarkan Millenial Job Center (MJC) serta menata ulang
pendidikan setingkat SMK agar kurikulumnya bisa langsung link and match
siap pakai oleh kalangan industri.
Solusi Jitu: Daripada Pusing Cari Kerja, Kenapa Nggak Ciptakan Sendiri?
Jika mencari kerja dan menyesuaikan standar gaji ini dirasa terlalu lambat, mengapa
kamu tidak mencoba banting setir menjadi seorang pengusaha saja?
Tentu, membangun sebuah lapangan kerja sendiri itu prosesnya tak semudah cuitan
di medsos. Kamu akan dihadapkan pada risiko kegagalan, serta jam kerja ekstrem
yang tak kenal hari libur dari jam 9 pagi sampai jam 10 malam. Tapi, kepuasan
emosional karena bisa menjadi bos untuk diri sendiri sekaligus berkesempatan
membuka gerbang rezeki untuk karyawan lain tentu menjadi reward yang
tidak ternilai harganya.
Terhalang modal usaha? Ubah mindset kamu sekarang juga! Dalam
ekosistem wirausaha modern, kunci utamanya bukanlah jumlah uang dari
kantong pribadi, melainkan seberapa luas jaringan koneksi yang kamu miliki.
Melalui pergaulan yang luas atau mengikuti ajang kompetisi bisnis, ide
kreatifmu berpeluang besar dilirik dan didanai oleh para investor
sukses yang sudah financial freedom.
Kamu juga tak perlu khawatir soal perizinan, karena Pemerintah Provinsi Jawa
Timur kini gencar mempermudah birokrasi legalitas lewat aplikasi terpadu JOSS
(Jatim Prof). Selain itu, ada kabar gembira terkait pendanaan. DPRD Jawa Timur
memastikan bakal mengawal proses penyertaan modal ke jaringan BPR (Bank
Perkreditan Rakyat) Jawa Timur agar dapat mengucurkan bantuan modal bagi para
perintis wirausaha mikro. Tidak tanggung-tanggung, kredit modal usaha
ini rencananya akan dipatok dengan bunga super rendah, yakni di bawah 6% per
tahunnya.
Hidup mengandalkan gaji UMK Rp5,2 juta di Surabaya pada dasarnya masih sangat mumpuni, asalkan dibarengi dengan kelihaian mengontrol gaya hidup konsumtif. Namun, di tengah membeludaknya jutaan pencari kerja di Jawa Timur, kamu tak lagi bisa hanya bersantai. Kamu harus gigih meningkatkan ketrampilan agar siap tempur di dunia kerja sesungguhnya, atau justru mengambil risiko nekat merintis bisnismu sendiri dan memanfaatkan kucuran dana kredit bunga rendah dari pemerintah. Pilihan masa depan ada di tanganmu!
Kubu