AI, Coding, dan Data: Pengetahuan Masa Depan yang Dikejar Gen Z

Fakta Menarik: Ketertarikan Gen Z pada AI, Coding, dan Data
Fakta-fakta menunjukkan betapa signifikannya ketertarikan dan keterlibatan Gen
Z dalam ranah ini. Berdasarkan laporan dari National Center for Education Statistics (NCES)
di Amerika Serikat, terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah mahasiswa yang
mengambil jurusan ilmu komputer dan bidang terkait dalam beberapa tahun
terakhir, di mana sebagian besar peningkatan ini didorong oleh generasi Z.
Selain itu, survei yang dilakukan oleh Deloitte pada tahun 2023
menunjukkan bahwa Gen Z menempatkan keterampilan teknologi, termasuk analisis
data dan pemrograman, sebagai salah satu prioritas utama dalam pengembangan
karir mereka. Ketertarikan ini bukan tanpa alasan. Gen Z menyadari bahwa AI, dengan
kemampuannya untuk menganalisis informasi kompleks dan mengotomatisasi tugas,
akan mentransformasi lanskap pekerjaan di masa depan. Coding, sebagai bahasa
untuk berinteraksi dengan mesin, memberikan mereka kemampuan untuk menciptakan
solusi inovatif dan mewujudkan ide-ide digital. Sementara itu, pemahaman
tentang data memungkinkan mereka untuk menarik insight berharga,
membuat keputusan yang lebih tepat, dan memahami perilaku konsumen.
Menurut
laporan GITNUX 2024, minat Gen Z terhadap bidang teknologi sangat tinggi
- 56% tertarik mengejar karier di
bidang kecerdasan buatan (AI).
- 84% percaya bahwa keterampilan
coding penting untuk masa depan mereka.
- 85% meyakini bahwa analisis
data akan menjadi keterampilan krusial di dunia kerja.
Selain itu, 86%
dari mereka percaya bahwa AI akan memainkan peran signifikan dalam
pendidikan masa depan, dan 83% ingin guru menggunakan lebih banyak
teknologi di kelas.
Gen Z juga menunjukkan pendekatan yang berbeda terhadap pendidikan:
- 69% percaya bahwa keterampilan
lebih penting daripada gelar akademik.
- 65% merasa bahwa sistem pendidikan saat ini
tidak mempersiapkan mereka secara memadai untuk masa depan.
- 77% menggunakan alat pembelajaran digital di luar sekolah. Mereka lebih memilih pembelajaran yang praktis, interaktif, dan relevan dengan dunia nyata.
Mereka lebih memilih pembelajaran yang praktis,
interaktif, dan relevan dengan dunia nyata.
Gen Z 20 Tahun lalu VS Sekarang!

Kita bisa membaca perbandingan antara kondisi 20 tahun yang lalu
dan sekarang,
khususnya yang terkait dengan kehidupan generasi Z.
|
Aspek |
20 Tahun Lalu (Era Sebelum Gen Z Aktif) |
Sekarang (Gen Z Masa Kini) |
|
Akses Teknologi |
Terbatas; komputer & internet hanya di sekolah/kantor |
Smartphone & internet 24 jam di genggaman |
|
Gaya Belajar |
Buku cetak, papan tulis, tatap muka |
YouTube, e-learning, microlearning via TikTok |
|
Peran Internet |
Sumber informasi & hiburan dasar |
Sarana belajar, kerja, promosi, aktivisme |
|
Kebutuhan Informasi |
Pasif (menunggu diajarkan) |
Aktif (mencari, membandingkan, menyaring) |
|
Nilai Sosial |
Stabilitas kerja, status sosial |
Fleksibilitas, self-growth, keberagaman |
|
Belanja & Konsumsi |
Toko fisik, dipengaruhi iklan TV |
E-commerce, dipengaruhi review & value keberlanjutan |
|
Isu Global |
Minim kepedulian |
Peduli iklim, inklusi, mental health |
|
Skill yang Dicari |
Akademik dan loyalitas kerja |
Problem solving, coding, data, adaptasi cepat |
Kisah Sukses: Alexandr Wang, Mewakili Semangat Gen Z
Salah satu
contoh nyata dari semangat Gen Z dalam bidang teknologi adalah Alexandr Wang,
pendiri dan CEO Scale AI. Lahir pada tahun 1997, Wang menunjukkan minat
pada matematika dan pemrograman sejak kecil. Ia sempat belajar di Massachusetts
Institute of Technology (MIT) namun memutuskan untuk keluar dan mendirikan
Scale AI pada tahun 2016.
Scale AI
adalah platform anotasi data yang menyediakan data pelatihan untuk model pembelajaran
mesin. Perusahaan ini telah berkembang pesat dan pada tahun 2021, Wang menjadi
miliarder termuda di dunia pada usia 24 tahun.
Dengan minat besar terhadap AI, coding, dan data, serta kesadaran akan pentingnya keterampilan teknis dan lunak, Gen Z menunjukkan kesiapan untuk memimpin di era digital. Kisah sukses seperti Alexandr Wang menegaskan bahwa kombinasi pengetahuan, skill, dan keberanian mencoba adalah kunci masa depan. Gen Z tidak hanya menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, mereka justru menjadi pencipta masa depan itu sendiri. (OQ)
Kubu