Keterampilan Kerja

AI, Coding, dan Data: Pengetahuan Masa Depan yang Dikejar Gen Z

Super Admin
7 Mei 2025
AI, Coding, dan Data: Pengetahuan Masa Depan yang Dikejar Gen Z

Fakta Menarik: Ketertarikan Gen Z pada AI, Coding, dan Data


Fakta-fakta menunjukkan betapa signifikannya ketertarikan dan keterlibatan Gen Z dalam ranah ini. Berdasarkan laporan dari National Center for Education Statistics (NCES) di Amerika Serikat, terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah mahasiswa yang mengambil jurusan ilmu komputer dan bidang terkait dalam beberapa tahun terakhir, di mana sebagian besar peningkatan ini didorong oleh generasi Z.


Selain itu, survei yang dilakukan oleh Deloitte pada tahun 2023 menunjukkan bahwa Gen Z menempatkan keterampilan teknologi, termasuk analisis data dan pemrograman, sebagai salah satu prioritas utama dalam pengembangan karir mereka. Ketertarikan ini bukan tanpa alasan. Gen Z menyadari bahwa AI, dengan kemampuannya untuk menganalisis informasi kompleks dan mengotomatisasi tugas, akan mentransformasi lanskap pekerjaan di masa depan. Coding, sebagai bahasa untuk berinteraksi dengan mesin, memberikan mereka kemampuan untuk menciptakan solusi inovatif dan mewujudkan ide-ide digital. Sementara itu, pemahaman tentang data memungkinkan mereka untuk menarik insight berharga, membuat keputusan yang lebih tepat, dan memahami perilaku konsumen.

Menurut laporan GITNUX 2024, minat Gen Z terhadap bidang teknologi sangat tinggi 

  • 56% tertarik mengejar karier di bidang kecerdasan buatan (AI).

  • 84% percaya bahwa keterampilan coding penting untuk masa depan mereka.

  • 85% meyakini bahwa analisis data akan menjadi keterampilan krusial di dunia kerja.

Selain itu, 86% dari mereka percaya bahwa AI akan memainkan peran signifikan dalam pendidikan masa depan, dan 83% ingin guru menggunakan lebih banyak teknologi di kelas.

Gen Z juga menunjukkan pendekatan yang berbeda terhadap pendidikan:


  • 69% percaya bahwa keterampilan lebih penting daripada gelar akademik.

  • 65% merasa bahwa sistem pendidikan saat ini tidak mempersiapkan mereka secara memadai untuk masa depan.

  • 77% menggunakan alat pembelajaran digital di luar sekolah. Mereka lebih memilih pembelajaran yang praktis, interaktif, dan relevan dengan dunia nyata.


Mereka lebih memilih pembelajaran yang praktis, interaktif, dan relevan dengan dunia nyata.

Gen Z 20 Tahun lalu VS Sekarang!


Kita bisa membaca perbandingan antara kondisi 20 tahun yang lalu dan sekarang, khususnya yang terkait dengan kehidupan generasi Z.

 Aspek

20 Tahun Lalu (Era Sebelum Gen Z Aktif)

Sekarang (Gen Z Masa Kini)

Akses Teknologi

Terbatas; komputer & internet hanya di sekolah/kantor

Smartphone & internet 24 jam di genggaman

Gaya Belajar

Buku cetak, papan tulis, tatap muka

YouTube, e-learning, microlearning via TikTok

Peran Internet

Sumber informasi & hiburan dasar

Sarana belajar, kerja, promosi, aktivisme

Kebutuhan Informasi

Pasif (menunggu diajarkan)

Aktif (mencari, membandingkan, menyaring)

Nilai Sosial

Stabilitas kerja, status sosial

Fleksibilitas, self-growth, keberagaman

Belanja & Konsumsi

Toko fisik, dipengaruhi iklan TV

E-commerce, dipengaruhi review & value keberlanjutan

Isu Global

Minim kepedulian

Peduli iklim, inklusi, mental health

Skill yang Dicari

Akademik dan loyalitas kerja

Problem solving, coding, data, adaptasi cepat


    Kisah Sukses: Alexandr Wang, Mewakili Semangat Gen Z


    Salah satu contoh nyata dari semangat Gen Z dalam bidang teknologi adalah Alexandr Wang, pendiri dan CEO Scale AI. Lahir pada tahun 1997, Wang menunjukkan minat pada matematika dan pemrograman sejak kecil. Ia sempat belajar di Massachusetts Institute of Technology (MIT) namun memutuskan untuk keluar dan mendirikan Scale AI pada tahun 2016.

    Scale AI adalah platform anotasi data yang menyediakan data pelatihan untuk model pembelajaran mesin. Perusahaan ini telah berkembang pesat dan pada tahun 2021, Wang menjadi miliarder termuda di dunia pada usia 24 tahun.

    Dengan minat besar terhadap AI, coding, dan data, serta kesadaran akan pentingnya keterampilan teknis dan lunak, Gen Z menunjukkan kesiapan untuk memimpin di era digital. Kisah sukses seperti Alexandr Wang menegaskan bahwa kombinasi pengetahuan, skill, dan keberanian mencoba adalah kunci masa depan. Gen Z tidak hanya menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, mereka justru menjadi pencipta masa depan itu sendiri. (OQ)